Beberapa bulan lalu, saya beli cd pemaparan Pak Ary di sebuah mall di Sukabumi. Setelah sampai rumah, saya jalankan lewat mesin pemutar; dan jadilah aku penikmat paparan Beliau. Tak puas sekali, saya replay dari awal. Sampai di film kartun, saya coba untuk pause…. Rupanya, Pak Ary ingin mengajak pemirsanya untuk menyimpulkan alur ide dan keputusan para pemeran terhadap suatu permasalahan. Khususnya bagaimana alur berpikir kreatif linear dan sirkular, berperan terhadap suatu keputusan.
Setelah sekian lama, saya coba untuk buka lemari buku untuk cari buku tentang bisnis di dunia maya yang saya beli tahun 2000. Lama juga…., sangat lama. Di situlah saya temukan lagi cd dari Pak Ary. Yap, saya dapat ide. Bagaimana menuangkan ide itu untuk kemajuan perikanan Indonesia melalui berpikir linear dan sirkular?
Setelah dipikir beberapa menit, keluarlah kata tak terucap: “iya yah”; Indonesia kan negara besar, potensi perikanannya sangat bagus?!”. Beberapa tahun yang lalu, perikanan Indonesia sangat pesat perkembangannya. Tak dipungkiri, Malaysia dan beberapa negara lainnya sempat belajar tentang perikanan di Indonesia; bahkan istilah hapa (nama untuk pemeliharaan ikan di kolam atau bak) berasal dari Indonesia, beberapa strain ikan mas pun dikembangkan di Israel. Bahkan beberapa plasma nutfah pun “diambil” dan diteliti di luar negeri. Tapi kenapa kok perkembangan perikanannya bisa “agak” tertinggal dibandingkan dengan negara yang dulu bahkan pernah belajar di negara ini? Akankah Indonesia as sleeping giant? Forever?
Bagaimana menurut Anda, pemikir dan pemerhati perikanan negeri ini?
December 31, 2007 at 9:59 am
Saya sebagai pengamat budidaya perikanan merasa cukup puas dengan kemajuan budidaya perikanan saat ini. Namun masih banyak yang harus dikembangkan demi berjayanya kembali perikanan Indonesia.
Mudah2an saja makin banyak orang yang tertarik dan semakin memahami bidang perikanan.
December 31, 2007 at 10:18 am
I hope so, mas
January 2, 2008 at 12:05 pm
Saya setuju bahwa Indonesia memiliki potensi perikanan yang sangat besar. Dan selama ini kita hanya mampu menjual potensi ke negara lain (bukan menjual produk) sehingga negara lain rame2 memanfaatkan potensi yang ada di negara kita. menurut mereke mumpung kita masih di nina bobokkan dengan potensi. I Hope kita terjaga sebelum potensi itu hilang bersamaan dengan perginya para penjarah ke negaranya. Satu hal yang paling mendasar menurut saya adalah arah kebijakan pembangunan perikanan kita (tangkap dan budidaya) tidak jelas, tidak ada perencanaan jangka pendek, menengah dan panjang sebagai pedoman yang konsisten untuk dijalankan. Artinya siapapun leadernya harus tetap berpatokan pada pedoman yang ada….gitu Pa De.
January 2, 2008 at 12:12 pm
Ngono yo Tole? He he. Tulisan itu sebenarnya untuk memancing para leader untuk memanfatkan konsep berpikir linear dan sirkular dalam kebijakannya. Saya sendiri sebenarnya sudah punya konsep itu, cuma saja belum saya keluarkan. Konsep itu sudah saya konsep melalui pemataan pikiran (mind map).
Satu lagi yang mungkin terlupa; selain jangka pendek dan panjang, ada juga jangka imah (bahasa sunda) yang artinya untuk dibawa ke rumah (umumnya mungkin berarti duit).
April 4, 2008 at 6:10 pm
memeng perkembangan perikanan diindonesia sangat terftinggal tapi jangan khawatir kampus vedca cianjur akan melahirkan anak-anak perikanan yang berpotensi dan akan berkembang dinegara indonesia
April 4, 2008 at 6:14 pm
@ Arwis
Amin, semoga